body top image
Issue 8: Historical Overview - Palapa Satellites re: PT TELKOM

Perjalanan TELKOM Dalam Mengoperasikan Satelit Komunikasi Untuk Melayani Kepulauan Indonesia

Tonda Priyanto

Download the full english version of the paper in PDF (4.8 MB)

This paper is available in English


Latar Belakang

Pada tahun 1976 Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik dengan menggunakan Satelit GSO, yakni sistem Palapa A. Sistem satelit ini memberikan layanan teleponi dan faksimil antarkota di Indonesia dan juga menjadi infrastruktur utama pendistribusian program televisi. Saat ini, TELKOM sudah mengoperasikan jaringan komunikasi satelit selama 28 tahun. Dalam rentang waktu itu, TELKOM mengalami berbagai penyempurnaan teknologi, peningkatan dalam jasa-jasa nilai-tambah, serta juga perubahan-perubahan dalam regulasi. Saat ini TELKOM mengoperasikan dua satelit, PALAPA B4 dan TELKOM-1 untuk memberikan layanan telephony trunking, yang juga mencakup untuk sistem-sistem seluler, dan berperan sebagai tulang punggung data dan Internet di Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjabarkan perjalanan TELKOM dalam mengoperasikan satelit serta jaringan satelitnya, stasiun bumi, serta aspek-aspek layanan dan bisnis.

Perkembangan Satelit TELKOM

Satelit-satelit TELKOM awalnya didesain untuk komunikasi domestik karena sistem satelit itu memang ditujukan untuk mempersatukan Indonesia. Satelit-satelit tersebut harus mencakup seluruh kepulauan Indonesia termasuk Indonesia bagian Timur demi mendukung pembangunan di kawasan tersebut. Perkembangan satelit-satelit TELKOM dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2. Perkembangan tersebut mengikuti perkembangan teknologi satelit itu sendiri dan sejajar dengan permintaan pasar domestik dan regional. Oleh karena itu kapasitas dan daya transmisinya (EIRP - Effective Isotropic Radiated Power) telah meningkat, demikian pula cakupan daerahnya. Peningkatan daya tersebut merupakan upaya untuk mengurangi biaya setiap hubungan, termasuk biaya stasiun bumi dan juga untuk membuka pasar-pasar baru.

Name Date of Launch End of Op. Orbital Slot Launcher Manufac.
PALAPA A1 9 Jul 76 1983 83° E Delta 2914 HS-333 Hughes
PALAPA A2 11 Mar 77 1987 77° E Delta 2914 HS-333 Hughes
PALAPA B1 16 Jun 83 1990 108° E STS-7 HS-376 Hughes
PALAPA B2 26 Feb 84   Failed STS-11 HS-376 Hughes
PALAPA B2P 21 Mar 87 1996 113° E Delta 6925 HS-376 Hughes
PALAPA B2R 14 Apr 90 2000 108° E Delta 6925 HS-376 Hughes
PALAPA B4 14 May 92 2005 118° E Delta 7925 HS-376 Hughes
TELKOM 1 13 Aug 99 2016 108° E Ariane 4 A2100A Lockheed Martin
TELKOM 2 End of 2004   108° E Ariane 5 Starbus 2 - Orbital
Tabel 1. Satelit TELKOM

Name Manufac. No. of Trans-ponders Weight Kg Power Watt Peak EIRP dB
PALAPA A1 HS-333 Hughes 12 ST.C 297 NA 33
PALAPA A2 HS-333 Hughes 12 ST.C 297 NA 33
PALAPA B1 HS-376 Hughes 24 ST.C 1475 936 36
PALAPA B2 HS-376 Hughes 24 ST.C 1475 936 36
PALAPA B2P HS-376 Hughes 24 ST.C 1475 936 36
PALAPA B2R HS-376 Hughes 24 ST.C 1475 936 36
PALAPA B4 HS-376 Hughes 24 ST.C 1475 936 36
TELKOM 1 A2100A Lockheed Martin 24 ST.C + 12 Ext.C 1761 5233 42
TELKOM 2 Starbus 2 - Orbital 24 ST.C 879 3100 42
Tabel 2. Spesifikasi Satelit TELKOM

Generasi Pertama: PALAPA-A

PALAPA A-1 yang diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 saat itu berhasil diisi oleh lalulintas (traffic) dari 40 stasiun bumi yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebuah Stasiun Bumi dan Stasiun Pengendali Utama TELKOM diperlihatkan dalam Gambar 1. Enam dari 12 transpondernya digunakan oleh teleponi dan satu transponder diisi program televisi nasional, sementara sisanya yang berjumlah lima digunakan sebagai cadangan.

Pada tanggal 11 Maret 1977, PALAPA-A2 diletakkan pada lokasi orbit 77 derajat Bujur Timur, diluncurkan dari Pusat Antariksa Kennedy di Tanjung Canaveral, Florida, Amerika Serikat, sebagai cadangan dan siap untuk dioperasikan apabila PALAPA-A1 mengalami kegagalan, atau jika permintaan pasar tidak dapat lagi diakomodasikan oleh PALAPA-A1.

Generasi Dua: PALAPA-B

Menghadapi berakhirnya masa pakai PALAPA-A1 dan A2, masing-masing pada tahun 1983 dan 1984, maka sejak tahun 1979 telah dimulai perancangan untuk menggantikan satelit-satelit PALAPA-A tersebut. Han ini dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan operasi sistem PALAPA. Kemampuan satelit generasi kedua ini dirancang berdasarkan pada perkiraan kebutuhan telekomunikasi domestik, yakni PERUMTEL (sekarang menjadi PT TELKOM), TVRI (lembaga penyiaran), bagi keperluan Pemerintah serta kebutuhan negara-negara ASEAN yang didasarkan atas hasil Kelompok Kerja para ahli teknis dan ekonomi ASEAN pada tahun 1978.

Dengan daya cakup serta kemampuan teknis yang ditingkatkan-apabila PALAPA-A1 hanya ditujukan untuk wilayah Indonesia belaka-maka PALAPA B mampu menjangkau seluruh kawasan ASEAN. Dalam hal kapasitas, PALAPA B dibangun untuk memiliki 24 transponder, dua kali lipat dari PALAPA A. Satelit-satelit PALAPA B diletakkan di lokasi yang baru dan lebih baik demi memperkecil interferensi: 108 derajat Timur, 103 derajat Timur dan 118 derajat Timur.

PALAPA B1 diluncurkan pada bulan Juni 1983 dengan menggunakan Space Transportation System (STS) Challenger dan berhasil diletakkan di posisi orbit 180 derajat Bujur Timur. PALAPA B1 memang dibuat untuk penggunaan internal PERUMTEL. PALAPA B2 gagal diluncurkan kedalam orbit karena mengalami masalah dengan motor penyulut perigee. Untuk menggantikan PALAPA B2, PALAPA B2P segera dibuat dan diluncurkan pada tahun 1987. Satelit ini dipergunakan untuk disewakan kepada pihak ke 3 (baik dari dalam negeri maupun luar negeri). PALAPA B2P ditempatkan pada 113 derajat Timur.

Satelit PALAPA B2 berhasil diselamatkan melalui operasi khusus suatu penerbangan pesawat ulang alik dan kemudian diperbaiki. Peluncuran ulang PALAPA B2 (kemudian dinamakan B2R) terjadi pada tahun 1990 untuk menggantikan PALAPA B1. PALAPA B1 kemudian dijual kepada PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) untuk bisnis satelit mereka. Seiring dengan perkembangan pasar, pada tahun 1992 TELKOM meluncurkan PALAPA B4 yang diletakkan di 188 derajat Bujur Timur untuk mengamodokasikan permintaan akan sirkuit satelit yang terus berkembang di kawasan ASEAN.

Generasi Ketiga

Karena pelayanan PALAPA B2R akan segera berakhir pada tahun 1999, maka pada tahun 1995 TELKOM telah mulai mengerahkan sebuah tim untuk mempelajari aspek-aspek teknis dan bisnis untuk generasi satelit yang baru. Tim kajian ini kemudian mengusulkan agar TELKOM mengembangkan kapasitas satelit untuk memenuhi permintaan yang memiliki potensi sangat tinggi bagi trunking seluler (terutama permintaan PT. Telkomsel yang bertumbuh dengan sangat pesat pada saat itu) serta melayani VSAT untuk penggunaan Internet. Oleh sebab itu satelit TELKOM-1 (demikian nama generasi baru satelit ini) didesain khusus untuk kegunaan multi-carrier sehingga kapasitasnya mampu mencapai 2 kali lipat dari PALAPA B2R, khusus untuk VSAT-VSAT kecepatan bit rendah (low bit rate VSATs).

Untuk mengganti PALAPA B4, TELKOM sekali lagi meningkatkan kemampuan daya cakup satelit untuk melebihi kemampuan satelit dari generasi sebelumnya. Generasi ini mampu mencakup Guam sampai ke India serta negara-negara tetangganya, sehingga dapat melayani pasar jaringan regional. Perubahan-perubahan cakupan dapat dilihat pada Gambar 2.

issue pic
Gambar 2. Area Cakupan PALAPA A, PALAPA B, TELKOM-1 dan TELKOM-2

halaman 2 | top  

filler image
body bottom image